Breaking News

Indonesia Perlu Belajar Dari Kehancuran Venezuela



Negara kita Indonesia perlu belajar dari kegagalan Venezuela. Bukan bagaimana supaya negara kita bangkrut seperti mereka lalu bubar seperti yang dikatakan oleh salah seorang penulis novel fiksi, tetapi bagaimana supaya negara kita selamat dan tidak mengalami nasib yang sama seperti mereka.
Ketika harga minyak bumi sedang tinggi penghasilan mereka juga sangat tinggi. Tetapi sebaliknya ketika harga minyak bumi jatuh, penghasilan mereka pun ikut jatuh hingga titik terendah.
Lalu satu hal lagi yang tidak pernah mereka pikirkan secara mendalam, adalah bagaimana jika suatu saat harga minyak dunia benar-benar jatuh ke titik terendah dalam waktu yang cukup lama seperti sekarang ini?
Dahulu Venezuela terkenal sebagai negara yang sangat kaya raya yang penghasilannya 95 persen berasal dari hasil ekspor minyak bumi. Bahkan Venezuela dulu diakui sebagai negara terkaya di Amerika latin, jauh mengalahkan negara tetangganya seperti Brasil, Argentina, Kostarika, dsb.
Tetapi sekarang negara tersebut sudah bangkrut dan diambang kehancuran bahkan diperkirakan tidak akan dapat bangkit lagi. Mungkin tak lama lagi negara tersebut hanya tinggal puing-puing berserakan.
Hampir semua masyarakatnya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari akibat keadaan ekonomi yang kacau dan inflasi yang tidak terkendali.
Harga kebutuhan sehari-hari di Venezuela meroket tajam hingga 1000 persen. Misalnya harga 1 ekor ayam dapat mencapai 15 miliar Bolivar, 1 kg tomat dapat mencapai 5 juta Bolivar, 1 gelas kopi hingga 2,5 juta Bolivar, harga sabun melesat hingga 3,5 juta Bolivar.
Bahkan nilai tukar Bolivar terhadap Rupiah mencapai titik terendah pada angka 1 Bolivar = Rp 0,059
Ini sungguh merupakan suatu keadaan yang sangat kacau dan tidak terpikirkan sebelumnya. Belum lagi prediksi yang mengatakan Venezuela akan mengalami hiperinflasi yang lebih buruk lagi hingga 1 juta persen pada tahun 2018 ini.
Jika hal tersebut sampai terjadi bayangkan bagaimana hebatnya penderitaan di bekas negara terkaya tersebut.

No comments