Breaking News

Bulan Depan Barang Impor Di Atas 75 USD Kena Tarif 7,5%

Bulan Depan Barang Impor Di Atas 75 USD Kena Tarif 7,5%

Pemerintah baru saja mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman yang akan dikenakan bea masuk sebesar 7,5 persen. Kebijakan itu akan efektif berlaku mulai bulan depan atau 30 hari setelah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112/PMK.04/2018 tentang Perubahan PMK Nomor 182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman diundangkan yakni pada 10 September 2018.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menjelaskan pemerintah sengaja mengubah kebijakan ini karena selama ini ada praktik-praktik 'nakal' yang dilakukan para pengirim barang impor, yaitu dengan memecah-mecah (split) barang impor yang dikirim ke dalam negeri.
"Saya temukan ada satu orang yang mengimpor dari satu suplier sebanyak 400 transaksi dalam sehari dengan total transaksi sebenarnya mencapai puluhan ribu dolar AS," ucapnya.

Dengan demikian, bila ada pengiriman barang impor dengan nilai di atas US$75 per sekali kirim, maka otomatis pengirim akan dikenakan bea masuk sebesar 7,5 persen dari nilai kirimannya. Namun, bila nilai pengiriman barang impor di bawah US$75 per sekali kirim, maka tidak akan dipungut bea masuk.

Selain itu, perubahan kebijakan juga dilakukan agar Indonesia tak terus-menerus bergantung pada barang impor, sehingga secara bersamaan industri di dalam negeri bisa ikut tergerak untuk menutup kebutuhan yang selama ini masih ditutup dari impor.

Tak ketinggalan, perubahan ini juga dimaksudkan untuk mengurangi impor dalam rangka menekan angka defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) sesuai komitmen yang tengah dijalankan pemerintah.

No comments