Breaking News

Temui Presiden Vietnam Jokowi Ingin Ekspor Mobil Indonesia Di Permudah

Temui Presiden Vietnam Jokowi Ingin Ekspor Mobil Indonesia Di Permudah



Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah telah meminta kepada Vietnam agar mempermudah impor mobil asal Indonesia. Selanjutnya Vietnamakan segera menindaklanjuti permintaan tersebut sehingga impor mobil Indonesia ke Vietnam dapat kembali normal.

Komitmen ini merupakan hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Vietnam Trn i Quang di Istana Kepresidenan Vietnam, Hanoi, Selasa (11/9). Turut hadir dalam pertemuan bilateral itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi.

Pemerintah Vietnam menerapkan kebijakan impor mobil completely built up (CBU) dari negara-negara ASEAN. Vietnam menerapkan kebijakan terkait uji tipe dan uji emisi melalui Regulasi No.116/2017/ND-CP (Decree on Requirements for Manufacturing, Assembly and Import Of Motor Vehicles and Trade in Motor Vehicle Warranty and Maintenance Services).

Jumlah pengapalan mobil Indonesia ke Vietnam cukup besar, yakni sekitar 30.000-40.000 unit per tahun dari total ekspor mobil nasional ke seluruh negara yang rata-rata mencapai 225.000 unit per tahun. Pada Januari-Juli 2018, ekspor mobil Indonesia ke Vietnam hanya sekitar 1.528 unit.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, dalam kunjungan ke Vietnam, Presiden Joko Widodo akan memantau pelaksanaan ekspor otomotif Indonesia usai terbitnya aturan baru di negara tersebut. Dia menjelaskan kunjungan kenegaraan di Vietnam merupakan undangan yang sudah cukup lama yang disampaikan oleh Pemerintah Vietnam.

Menlu menjelaskan untuk masalah ekspor, Presiden Jokowi pada awal 2018 pernah bertemu dengan dengan PM Vietnam khusus membahas mengenai ekspor otomotif Indonesia ke Vietnam yang saat itu ada gangguan. "Presiden akan memantau sejauh mana implementasi aturan baru dan ekspor otomotif Indonesia apakah sudah jalan lebih baik," katanya.

No comments