Breaking News

Banyaknya Dana Yang Masuk ke Dalam Negeri Bantu Dongkrak Nilai Tukar Rupiah

Banyaknya Dana Yang Masuk ke Dalam Negeri Bantu Dongkrak Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami penguatan dalam beberapa hari terakhir dan meninggalkan posisi 15.000 per dolar AS. Hari ini rupiah dibuka pada level 14.533 per dolar AS, melemah jika dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, mata uang Garuda masih memiliki peluang untuk menguat kembali. Hal ini karena semakin banyak dana masuk ke dalam negeri.

"Masih ada ruang (untuk menguat). Tapi kan kami juga tidak berhabis-habisan untuk memperkuat sekuat-kuatnya langsung, yang penting sudah ada capital inflow," ujar Darmin di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Adanya dana masuk artinya investor akan kembali membeli saham dan SUN (Surat Utang Negara) yang memberi efek pada penguatan Rupiah. Dengan demikian, hal ini juga akan berdampak pada surplus transaksi modal dan finansial.

"Yang penting sudah ada capital inflow, sehingga dia beli kembali saham kami, SUN kami, dan kurs menguat lagi, paling tidak menguat lagi. Dengan begitu defisit transaksi berjalan bisa ditutup oleh surplus transaksi modal dan finansial. Kalau itu terjadi sebenarnya selesai," jelas Darmin.

Meski demikian, Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut belum dapat memastikan berapa sebenarnya fundamental nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS. Fundamental tersebut berbeda-beda berkisar antara 13.800 per dolar AS hingga 14.200 per dolar AS.

"Beda-beda orang bicara, ada yang bilang Rp 14.100 hingga Rp 14.200 per dolar AS, macam-macam tapi ada yang bilang bisa Rp 13.800 per dolar AS. Jadi tidak perlu ditanya (fundamental), tapi masih ada ruang (untuk menguat)," tandasnya.

No comments