Breaking News

Defisit APBN Mengecil Selama 4 Tahun Kepemimpinan Joko Widodo

Defisit APBN Mengecil Selama 4 Tahun Kepemimpinan Joko Widodo
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, empat tahun pemerintahan Jokowi-JK kondisi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) semakin kecil. Pada 2014 defisit APBN sebesar 2,3 persen terhadap PDB, saat ini 2,1 persen dan di 2019 ditargetkan berada pada angka 1,8 persen terhadap PDB.

Sri Mulyani menjelaskan, penurunan defisit APBN sejalan dengan penurunan defisit keseimbangan primer. Penurunan ini telah terjadi sejak tahun 2014 yaitu dari Rp 93,3 triliun menjadi Rp 648 triliun.

Waktu saya kembali menjadi Menteri Keuangan, saya yang mengingatkan keseimbangan primer kita perlu untuk dikoreksi. Sekarang saya dianggap sebagai orang yang tidak memelihara (keuangan negara). Aneh, politik itu, katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, APBN sehat karena penerimaan perpajakan meningkat. Dari kontribusi, 74 persen dari total pendapatan negara 2014 dari sektor perpajakan. Tahun 2018 meningkat jadi 81 persen. APBN makin mengandalkan penerimaan perpajakan, sehingga kontribusi dari penerimaan perpajakan menyebabkan defisit turun.

"Dengan penerimaan perpajakan makin baik, defisit makin turun dan pembiayaan utang semakin menurun. Pembiayaan utang kita tahun 2018, growth-nya negatif 9,7 persen, berarti kontraksi atau makin kecil. Dibanding tahun 2014 yang growth pembiayaan utangnya 14,5 persen. Jadi, sudah mulai menurun," jelas Sri Mulyani.

No comments