Breaking News

PKB: Jawaban Ma'ruf Amin soal Terorisme Saat Debat Komprehensif

PKB: Jawaban Ma'ruf Amin soal Terorisme Saat Debat Komprehensif
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai jawaban cawapres Ma'ruf Amin soal terorisme dalam debat capres perdana, Kamis lalu, sangat komprehensif dan lebih memahami masalah.

Litbang DPP PKB Witjaksono Abadiman menyatakan, pendekatan deradikalisasi yang dipaparkan Ma'ruf cukup bagus, salah satunya dengan memperhatikan ekonomi umat dan mengembalikan pemikiran Islam yang damai dan rahmatan lilalamin.

"Apa yang disampaikan Kiai Ma'ruf sepaham dengan PKB yaitu ada penekanan pada pemberdayaan umat yang selama ini dijalankan kader-kader PKB," kata Witjaksono melalui keterangan tertulis, Sabtu (19/1/2019).

Menurut Witjaksono, cara konkret mengimplementasikan ekonomi umat yaitu melalui program pemberdayaan pesantren, pemberdayaan UMKM.

"Alasannya, masih banyak umat yang masih kesulitan mendapat uang dapur untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka," tandas Caleg PKB Dapil Banten 3 ini.

Dengan demikian, mampu mengangkat ekonomi umat dengan tepat sasaran, secara otomatis membantu program deradikalisasi.

"Sehingga saudara kita yang terpapar paham terorisme akan lebih memperhatikan kesejahteraan ekonomi," katanya.

Dari hasil blusukan di daerah Banten, kata Witjaksono, masih banyak masyarakat yang tidak memiliki akses dan permodalan. Untuk itu, perlu ada pelatihan di akar rumput terutama di desa-desa.

"Pelatihan itu bisa masuk ke industri rumahan, misalnya membuat krupuk, bakso dan lain-lain. Dengan pelatihan tersebut bisa mendapat nilai tambah," ujarnya.

Sebelumnya, dalam debat capres, Ma’ruf menjelaskan persoalan terorisme harus diberantas sampai keakar-akarnya. Lanjutnya, sebagai ketua MUI, kata Kiai Ma’ruf, pihaknya telah mengeluarkan fatwa soal terorisme.

Kiai Ma’ruf menjelaskan, dalam Alquran dinyatakan orang yang melakukan perusakan di bumi harus dihukum dengan berat. Untuk itu upaya pencegahan terorisme harus dilakukan dengan dua cara yaitu mensinergikan antara pencegahan dan penindakan.

"Ke depan, kami lebih mengutamakan pencegahan melalui peta radikalisme untuk menghilangkan atau menekan paham-paham radikal dan intoleran," kata Kiai Ma’ruf.

No comments